▴Pelantikan Bupati Siak▴ Membedah Ulang Kemiskinan, Menata Ulang Negara

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU —Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Senin 16 Maret 2026, menjadi lebih dari sekadar agenda formal. Ia menjelma sebagai ruang kontemplasi yang menggugah kesadaran bersama tentang bagaimana negara seharusnya hadir dalam menjawab persoalan kemiskinan yang terus berulang.
Dalam forum yang dirangkai dengan buka puasa tersebut, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, DR Syahrul Aidi Maazat, Lc MA, menawarkan gagasan penting: negara perlu merekonstruksi cara pandang dalam menangani fakir miskin. Ia menilai pendekatan selama ini masih kabur, bahkan cenderung menyamakan dua kondisi sosial yang sejatinya berbeda secara mendasar.
Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh berhenti sebagai simbol ideologis. Nilai-nilai tersebut harus menjelma menjadi kebijakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil. Di sinilah komitmen negara diuji secara konkret, bukan sekadar retorika.
Penegasan Pasal 34 dalam Undang-Undang Dasar 1945 menjadi fondasi utama. Negara diwajibkan memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Artinya, Indonesia sejak awal telah menegaskan dirinya sebagai negara kesejahteraan yang aktif melindungi kelompok rentan, bukan hanya sebagai regulator ekonomi.
Namun, persoalan muncul ketika istilah “fakir” dan “miskin” diperlakukan seolah identik. Padahal, menurut Syahrul, fakir adalah mereka yang tidak memiliki kemampuan bekerja akibat kondisi fisik atau situasi tertentu.
Kelompok ini membutuhkan perlindungan penuh dan berkelanjutan dari negara, bukan sekadar bantuan sesaat.
Berbeda dengan itu, kelompok miskin masih memiliki potensi untuk bekerja, tetapi terhambat akses dan peluang. Pendekatan terhadap mereka harus berbasis pemberdayaan, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan keterampilan. Jika tidak, bantuan sosial hanya akan memperpanjang ketergantungan tanpa solusi jangka panjang.
Dalam kerangka ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran strategis. Pengelolaan zakat yang profesional dan transparan dapat menjadi kekuatan tambahan bagi negara dalam mengatasi kemiskinan, terutama jika diarahkan pada program produktif yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, rekonstruksi penanganan fakir miskin bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sinergi antara negara, masyarakat, lembaga zakat, dan insan pers menjadi kunci.
Dengan pengawasan dari organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen dan elemen media lainnya, arah kebijakan diharapkan tetap berpihak pada rakyat kecil, sehingga cita-cita keadilan sosial benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata.(***)
Oleh: Dedi Yusnianto
Berita Terkait
- Karhutla di Desa Merbau Bunut Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Masih Lakukan Pendinginan0
- Selasa 17 Maret, Babinsa Koramil 02/SA Komsos dan Sosialisasi tentang Nilai-Nilai Pancasila0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Selasa 17 Maret0
- Didukung PT ITA,OPP Teluk Belitung Berbagi 100 Paket Takjil di Masjid Al-Ikhsan dan Pasar Suka Ramai0
- Perjuangan Memelihara Fakir Miskin dan Penguatan Peran Zakat untuk Kesejahteraan Rakyat0
- Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Malam Ramadan di Kota Siak0
- Senin 16 Maret, Pendampingan Penyemprotan Disinsfektan PMK URC Ternak di Kampung Teluk Mesjid0
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Senin 16 Maret0
- Air Sungai Kampar Surut 0,50 Meter di Bawah Nol, Warga Diminta Waspada Ancaman Karhutla0
- Pererat Silaturahmi di Bulan Suci, Forum Pemred Riau dan Suaraaktual Media Grup Buka Puasa Bersama3
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







