▴Pelantikan Bupati Siak▴
▴Iklan DPRD Siak▴ Tak Hanya Sekedar Kedai Kopi, Word Peace Coffee Shop Hadir di Pekanbaru

BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Sebuah gagasan baru lahir dari (TWPG) Provinsi Riau. Bukan hanya memperluas aktivitas organisasi, TWPG Riau kini mencoba membangun ruang produktif melalui usaha kuliner yang diharapkan menjadi titik temu anggota, masyarakat, pelaku UKM hingga insan pers.
Langkah tersebut ditandai dengan Grand Opening Kedai Kopi Perdamaian Dunia (World Peace Coffee Shop), Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kedai tersebut berlokasi di Sekretariat TWPG Riau, Jalan Irkab Ujung, Gang Gunsai No.33, tepat di belakang Budiman Swalayan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Suasana grand opening berlangsung dengan semangat kebersamaan. Kehadirannya tak hanya sekedar kedai kopi, tapi juga diproyeksikan sebagai tempat menikmati minuman dan makanan, tetapi juga sebagai ruang berkumpul untuk membicarakan berbagai gagasan, program serta kegiatan organisasi.
Ketua DPD TWPG Provinsi Riau, Ruslan, SE, mengatakan kehadiran kedai tersebut menjadi warna baru bagi organisasi sekaligus membuka ruang bagi anggota untuk membangun komunikasi secara lebih dekat.
Menurutnya, keberadaan Kedai Kopi Perdamaian Dunia diharapkan dapat dikembangkan bersama jajaran Srikandi TWPG Riau sehingga memiliki manfaat lebih luas, khususnya dalam mendorong semangat kebersamaan dan pengembangan ekonomi usaha kecil dan menengah.
“Tentunya saya berharap juga bersama Srikandi TWPG Riau, bisa dan mampu mengembangkan usaha ini, dalam konteks untuk kebersamaan memajukan ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan tempat bersilaturahmi para anggota, salah satunya berdiskusi baik program maupun kegiatan lainnya,” ujar Ruslan kepada awak media usai grand opening.
Grand Opening
Sementara itu, Sekretaris TWPG Riau, Said Saqlul Ambri, menegaskan bahwa gagasan mendirikan kedai tersebut merupakan hasil pemikiran bersama.
Menurutnya, kedai ini diharapkan mampu menjadi ruang yang mengikat tali silaturahmi antaranggota sekaligus terbuka bagi masyarakat umum dan kalangan wartawan.
Ia bahkan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan kedai tersebut sebagai ruang pertemuan yang hidup, bukan hanya ramai ketika acara peresmian.
“Saya mengajak, jangan sekadar grand opening saja ramainya. Tapi hari-hari selanjutnya, mari kita berkumpul di Kedai Kopi Perdamaian Dunia ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa konsep yang dibangun TWPG Riau tidak berhenti pada aktivitas bisnis semata. Ada harapan agar kedai berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai latar belakang.
Tempat Informasi, Inspirasi dan Motivasi
Pandangan menarik disampaikan masyarakat Riau, Zulkarnain Nurdin. Menurutnya, kedai kopi memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau.
Kedai kopi, kata dia, sejak dahulu tidak sekadar menjadi tempat menikmati secangkir kopi. Lebih dari itu, kedai kopi dapat menjadi tempat bertukar informasi, melahirkan inspirasi sekaligus membangun motivasi.
Karena itu, menurutnya, nama “Kedai Kopi Perdamaian Dunia” memiliki keterkaitan dengan semangat yang ingin dibangun TWPG Riau.
“Saya rasa sesuai dengan namanya Kedai Kopi Perdamaian Dunia dan sesuai visi dan misi mereka untuk mengembangkan berbagai ide, informasi, inspirasi dan motivasi,” ucapnya.
Ia menambahkan, kedai kopi juga dapat menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus membuka peluang lahirnya gagasan-gagasan bisnis baru.
Pertemuan informal di meja kopi, menurutnya, sering kali dapat berkembang menjadi diskusi yang menghasilkan peluang kerja sama maupun jaringan usaha.
“Bagi masyarakat Melayu, kedai kopi sudah tidak asing lagi. Sejak dulu sudah ada, terutama masyarakat pesisir yang kini sudah banyak berkembang seperti Young Bengkalis dan lain sebagainya,” terangnya.
Dengan dibukanya Kedai Kopi Perdamaian Dunia, TWPG Riau kini memiliki sebuah ruang baru yang diharapkan mampu mempertemukan organisasi, masyarakat, pelaku UKM dan insan pers dalam suasana yang lebih cair.
Dari secangkir kopi, percakapan dimulai. Dari percakapan, ide bisa lahir. Dan dari ide, bukan tidak mungkin tumbuh kolaborasi baru untuk menggerakkan ekonomi serta mempererat silaturahmi di Bumi Lancang Kuning.
Kedai Kopi Perdamaian Dunia pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi menjadi ruang tumbuhnya gagasan dan kebersamaan.(***)
Berita Terkait
Berita Populer
- DR Karmila Sari Dorong Pengembangan SMAN Olahraga Riau
- Penanggulangan Karhutla di Wilayah Koramil 02/Sungai Apit, Jumat 8 November
- Luncurkan Implementasi Layanan Elektronik se-Bali,Menteri AHY:BPN Siap Layani Masyarakat MakinCepat
- Penangkapan Jaringan Internasional Narkoba di Riau, Empat Tersangka Ditangkap
- Bangun Literasi Masyarakat Lewat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
- Festival Pilkada Riau 2024
- 382 Personil Polri Diterjunkan untuk Pengamanan TPS Pilkada di Kabupaten Pelalawan
- Wisuda Unisi 2024, Momen Keberhasilan dan Harapan Baru bagi Lulusan
- Perubahan Tradisi Perkawinan Suku Petalangan di Desa Palas, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan
- Rombongan Kajati Riau Monev di Kejari Pelalawan







