Demi Kemaslahatan Masyarakat Banyak, Punishment Bagi Pelanggar PSBB harus Diterapkan

By Bermadah 01 Mei 2020, 00:15:09 WIB Opini
Demi Kemaslahatan Masyarakat Banyak, Punishment Bagi Pelanggar PSBB harus Diterapkan

Keterangan Gambar : Dr Kasmanto Rinaldi, SH, MSi


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Seperti diketahui bersama bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau telah menjatuhkan hukuman berupa pidana penjara maupun denda kepada 16 orang masyarakat setelah terbukti melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam persidangan yang dilaksanakan secara online, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru Hakim Setiono telah menjatuhkan hukuman beragam kepada para terdakwa. Mulai dari denda sebesar Rp700 ribu subsider satu bulan penjara, hingga Rp3 juta subsider dua bulan penjara.

Terdakwa pertama yang disidangkan dalam perkara ini merupakan pemilik warung internet di kawasan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. 

Dalam persidangan dijelaskan bahwa sang pemilik warung internet tersebut diamankan polisi pada pekan lalu lantaran warnetnya masih tetap beroperasi meski dilarang oleh pemerintah. Dalam vonis tersebut, pemilik warung internet itu diberi pilihan antara membayar denda Rp750 ribu atau kurungan satu bulan penjara.

Selanjutnya bagi pelanggar dengan jumlah 15 orang lainnya terdiri dari tujuh remaja putri dan delapan remaja laki-laki. Mereka ditangkap di sebuah pusat Karaoke di Pekanbaru, pada pertengahan April 2020 lalu. 

Sangat memprihatinkan sekali, pada saat itu mereka kedapatan berpesta dengan meminum minuman keras saat merayakan ulang tahun salah seorang teman mereka. Adapun vonis yang mereka terima antara lain dengan pidana denda yang bervariasi mulai dari Rp800 ribu hingga Rp3 juta.

Dalam kajian kriminologi, dari perspektif sosiologi hukum, bahwa ada beberapa faktor yang akan membuat regulasi itu berlaku efektif atau tidak antara lain;

1. Peraturan itu sendiri
2. Petugas di Lapangan
3. Sarana dan Prasarana
4. Masyarakat itu sendiri

Dalam konteks ini, proses penegakan hukum ini perlu dilakukan sebagai upaya terakhir dalam pemberlakuan PSBB. Kondisi atau situasi ini akan terus dilakukan jika masyarakat tidak merespon dan mengindahkan imbauan serta teguran terkait PSBB. 

PSBB merupakan komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 dengan berdiam diri di rumah, jangan berpergian, jangan mudik, jauhi kerumunan, gunakan masker jika terpaksa keluar rumah dan lain sebagainya.

Masyarakat harus menyadari bahwa situasi saat ini sangat berbeda dengan kriminal biasa, karena kita berhadapan dengan virus yang apabila seseorang yang terpapar dan memiliki penyakit tertentu, maka nyawanya akan sulit tertolong. 

Oleh sebab itu, mengingat Kota Pekanbaru sebagai Episentrum Penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau, maka tidak ada kata lain, keselamatan masyarakat banyak yang diutamakan sehingga diperlukan kepedulian yang tinggi dari masyarakat Pekanbaru sendiri.

Penerapan Hukuman memang bukan yang terbaik dilakukan, namun demi keselamatan masyarakat banyak agar tidak terpapar covid-19 hukum juga harus ditetapkan dan dijunjung tinggi keberadaannya.(***)

Oleh: Dr Kasmanto Rinaldi, SH, MSi 

(Kriminolog Universitas Islam Riau)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video