Polemik Lahan Koperasi BUTU, Camat Upayakan Mediasi dengan Warga

By Bermadah 09 Jul 2020, 19:48:56 WIB Siak
Polemik Lahan Koperasi BUTU, Camat Upayakan Mediasi dengan Warga

BERMADAH.CO.ID, SIAK - Lahan Koperasi (Bina Usaha Tani Utama menuai polemik. Pasalnya, masyarakat yang ada di Kampung Bunsur Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak menyebut lahan tersebut milik mereka. Masyarakat juga mempertanyakan Koperasi (BUTU) sebagai pengelola lahan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) serta hasil lahan tanaman itu. 

Eko, yang menyebut selaku ahli waris mengatakan pihaknya merasa dirugikan, karena lahan dan tanaman adalah milik orang tuanya. Eko juga tak ingin lahan itu diserobot dan dirusak. Dia juga mempertanyakan hasil lahan tanaman tersebut, termasuk izin dari pihak koperasi Bina Usaha Tani Utama (BUTU).

Selain itu, Eko juga mengatakan bahwa kerugian yang dialaminya mencapai lebih kurang ratusan juta Rupiah.

Padahal, lanjutnya, Perpres sudah sangat menjelaskan. Seharusnya, kata Eko, hal ini juga menjadi perhatian pihak Koperasi sebagai pengelola lahan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA).

"Tentunya, kami sebagai pemilik lahan sah sesuai dengan surat sah. Yang mana hasil mediasi di kantor Camat Sungai Apit. Maka dari itu, nanti kita bersama-sama akan turun ke lapangan untuk mengecek lahan tersebut," ujarnya. "Dan apabila terbukti pihak koperasi Bina Usaha Tani Utama (BUTU) sebagai pengelola lahan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) menyerobot atau merusak lahan tanaman kami tentunya pihak koperasi BUTU harus bertanggung jawab atas kerugian yang kami alami," ungkap Eko. 

Sementara itu, mantan Penghulu Kampung Bunsur Rojizon membenarkan adanya lahan milik Rusli Uban di wilayah Kampung Bunsur. "Nanti kita akan mengkroscek di lapangan dan apabila terbukti pihak koperasi BUTU menggarap lahan masyarakat yang merasa dirugikan, tentunya ini terpulang lagi kepada dua belah pihak," terang Rojizon.

Zamri, Ketua Kelompok Dana Masyarakat Desa mengatakan pihaknya ingin mengetahui berapa hektar lahan TORA yang ada di Kampung Bunsur.

Lanjutnya, kalau tim sudah dibentuk, maka tim lah yang bertanggung jawab baik itu ada kayunya maupun tidak. Dan lahan tersebut wajib dibersihkan.

Kata dia, jika BPN turun ke lapangan dan melakukan pengukuran, seharusnya masyarakat juga turun, dan bukan hanya perangkat kampung saja. 

""Kalaulah ada lahan masyarakat, apakah dikerjakan juga?," kata Zamri. (Darwis)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video