11 September, 18 Tahun Silam Tragedi WTC di AS

By Bermadah 12 Sep 2019, 01:06:24 WIB Internasional
11 September, 18 Tahun Silam Tragedi WTC di AS

Keterangan Gambar : Serangan 9/11 di WTC. (AFP PHOTO / HENNY RAY ABRAMS)


BERMADAH.CO.ID - Tragedi serangan teroris terhadap gedung World Trade Centre (WTC) di New York, Gedung Pentagon di Washington DC, dan Pennsylvania di Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001 silam masih membekas bukan hanya bagi warga Amerika Serikat tapi juga dunia.

Peristiwa 11 September, 18 tahun itu menewaskan ribuan orang.

Insiden itu menjadi serangan teroris terbesar yang terjadi di Amerika dalam sejarah dan juga merupakan penyelidikan terbesar yang pernah dilakukan Biro Investigasi Federal AS (FBI).

Diberitakan, 19 teroris membajak empat pesawat komersial maskapai AS, American Airlines dan United Airlines, yang berencana terbang menuju wilayah pantai barat Negeri Paman Sam pada Selasa pagi.

Dilaporkan, ribuan orang tewas ketika pesawat American Airlines Flight 11 dan United Airlines Flight 175 menabrak Gedung WTC di kawasan Manhattan.

Pesawat pertama menabrak menara WTC utara sekitar pukul 08.46 waktu lokal, sementara itu pesawat kedua menabrak gedung selatan WTC 17 menit setelahnya.

Sementara, di tempat lainnya, sebuah pesawat American Airlines bernomor 77 menabrakkan diri ke gedung Kementerian Pertahanan AS di Washington DC. Lagi, insiden itu mengakibatkan korban tewas.

Kemudian, pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93 menabrak sebuah ladang di Shankville, Pennsylvania. Saat itu, pesawat membawa 40 penumpang termasuk awak pesawat.

Pihak berwenang AS meyakini para teroris pembajak menabrakkan pesawat di lokasi itu sebelum meraih target awal mereka karena penumpang berusaha mengambil kendali pilot.

Seperti diberitakan, hingga Juli 2019, 1.644 dari total 2.753 korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Sedangkan pihak berwenang memperkirakan sebanyak US$500 ribu atau Rp7,02 miliar bagi para teroris untuk melancarkan serangan 9/11.

Di sisi lain, kerugian ekonomi akibat serangan teror itu diperkirakan mencapai US$123 miliar selama 2-4 minggu pascaserangan berlangsung.

Dilansir cnnindonesia dari CNN, pada Desember 2001 pemerintah AS merilis rekaman suara di mana pemimpin kelompok Al Qaidah, Osama bin Laden, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. 

Lima orang terdakwa bakal kembali diadili setelah lama terhenti. Pengadilan rencananya akan digelar pada 2021 mendatang.

Menurut Associated Press, kelima terdakwa kini sedang menjalani masa penahanan di penjara Teluk Guantanamo. Mereka dituduh merencanakan dan membantu serangan 9/11.(***)

Sumber: cnnindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video