Mari Menjadi yang Lebih Populer

By Bermadah 13 Jan 2020, 11:18:46 WIB Opini
Mari Menjadi yang Lebih Populer

Keterangan Gambar : Wuwung Ahmadi


BERMADAH.CO.ID - Momentum memilih paket pemimpin lima tahunan di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi tahun 2020 sudah mulai bergulir. Tahapan demi tahapan sebagai persiapan dilaksanakan oleh penyelenggara. Tidak ketinggalan partai politik sebagai salah satu jalan agar bisa menjadi calon dalam berkontestasi politik juga sudah ada yang melakukan proses rekrutmen politik. 

Partai politik dengan 4 fungsinya (sarana komunikasi politik, sarana sosialisasi politik, sarana rekrutmen politik, dan sarana pengatur konflik) memiliki tantangan tersendiri dalam melakukan proses politik pada iven pemilihan kepala daerah. 

Seperti, dalam pelaksanaan penentuan pasangan calon yang didaftarkan untuk “bertarung” dalam mendapat kepercayaan masyarakat sebagai duet pimpinan di suatu daerah,  partai politik akan melakukan tahapan-tahapan dengan berbagai indikator sehingga pada akhirnya muncul dua figur yang mendapatkan Surat Keputusan dari pengurus partai politik tingkat pusat mengenai persetujuan untuk didaftarkan sebagai calon pada pemilihan kepala daerah (pilkada). 

Proses seleksi yang dilakukan oleh partai politik dalam memunculkan figur yang layak untuk “diadu” dalam kontestasi pemilihan kepala daerah memiliki harapan agar figur yang didaftarkan dapat memenangkan “pertarungan”, yang selanjutnya dalam perjalanan megembana amanah masyarakat juga dapat berkontribusi terhadap eksistensi partai politik di daerah yang dipimpinnya.  

Para peminat partai politik yang dianggap dapat mendaftarkan dirinya untuk menjadi calon juga tidak luput dari tantangan. Proses seleksi yang dijalankan partai politik menuntut untuk lebih unggul dari rivalnya. 

Beberapa indikator yang biasa dijadikan partai politik untuk menentukan figur jagoannya seperti kemampuan problem solving, track record, kemampuan financial, performance, dan popularitas. 

Yang dimaksud dengan popularitas di sini adalah tingkat keterkenalan masyarakat pemilih terhadap figur calon. Keterkenalan yang dimaksud merupakan keterkenalan yang bersifat positif. 

Menjadikan figur yang memiliki tingkat popularitas yang tinggi atau kecenderungan tingkat popularitas yang semakin naik sebagai jagoan memiliki keistimewaan tersendiri. 

Tugas selanjutnya bagi figur yang telah ditetapkan untuk “bertarung” selain berusaha untuk terus meningkatkan popularitasnya adalah bagaimana meningkatkan kesukaan masyarakat pemilih terhadap dirinya (liketability) yang diteruskan dengan menaikkan tingkat keterpilihannya (electability). 

Tanggal 18 Juni 2020 adalah batas waktu terakhir bagi siapa saja yang merasa memenuhi syarat untuk didaftarkan menjadi sepasang calon untuk berkontestasi baik pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,  Bupati dan Wakil Bupati, ataupun Walikota dan Wakil Walikota. 

Maka, terhitung dari sekarang masih ada lima bulan lagi bagi partai politik dan peminatnya melakukan manuver-manuver demi memenuhi target politiknya. 

Salah satu cara bagi partai politik untuk mengetahui tingkat popularitas figur pada masyarakat pemilih adalah melalui hasil survei. Manuver yang dapat dilakukan oleh peminat partai politik untuk bisa mendaftarkan dirinya adalah senantiasa mempopulerkan dirinya.  

Memanfaatkan Media Digital sebagai Sarana Bersosialisasi

Memang ada sebagian orang yang tidak memiliki media sosial sebagai salah satu media komunikasinya. Namun, mereka masih dapat mendapatkan informasi yang berasal dari media sosial dari orang sekeliling yang memilikinya. 

Kecanggihan dari teknologi berupa media digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk bersosialisasi. Ketika sudah menetapkan bahwasannya media sosial sebagai media untuk mempopulerkan diri, maka penggunaan media digital mulai dari proses perencanaan, produksi, sampai dengan proses ekspos tidak bisa dilepaskan. 

Keunggulan dari media sosial yang digunakan sebagai media ekspos dibandingkan  dengan media konvensional seperti baliho adalah informasi yang tersampaikan sewaktu-sewaktu bisa diserap oleh komunikan serta dapat disimpan untuk lebih dipahami isinya. Menampilkan gambar,  tulisan, maupun video tidak boleh dilakukan secara asal-asalan atau dengan kalimat lain harus tepat sasaran. Perencanaan yang matang serta disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan adalah hal yang senantiasa diperhatikan. 

Menempatkan Jaringan sebagai Informan 

Informan diperlukan agar segala isu yang berdampak kepada kepopuleran dapat sesegera mungkin diketahui, sehingga isu baik yang bersifat positif maupun negatif dapat sesegera mungkin untuk dapat direspon.

Selain itu, informan juga dapat memberikan informasi mengenai pelaksanaan survei popularitas baik oleh calon kandidat ataupun partai politik sehingga dapat secepatnya menentukan langkah-langkah agar angka yang dihasilkan dalam survei menjadikan prioritas dipilih untuk didaftarkan kepada penyelenggara sebagai kandidat. 

Lebih Banyak dan Intens Bertatap Muka dengan Penentu Pilihan

Ekspos di media sosial harus diiringi dengan kegiatan tatap muka dengan penentu pilihan.  Masyarakat pemilih akan memberikan apresiasi lebih ketika orang yang dikenalnya lewat media sosial ternyata bisa bertatap muka dan berkomunikasi langsung.

Mereka dapat menilai langsung mengenai apa yang ada pada figur bahkan bukan hal yang mustahil dapat menjadi pemilih yang loyal. Dengan demikian, semakin banyak dan intens bertatap muka dengan penentu pilihan maka berkontribusi terhadap meningkatnya popularitas. 

Meninggalkan Hal yang Bisa Dijadikan Pengingat pada saat Bertatap Muka

Meninggalkan hal yang membuat ingat terhadap figur yang memberikannya seperti suatu benda dapat dilakukan. Sehingga dengan hal tersebut menjadi efek yang positif terhadap kepopuleran figur. Pada saat inilah momentum bagi semua figur memberikan hal yang terbaik karena masih belum dibatasi oleh aturan pelaksanaan kampanye terutama mengenai hal yang bersifat benda. 

Hipotesa bahwasanya semakin banyak kandidat pasangan calon kepala daerah yang didukung memenangi “pertarungan” maka dapat menaikkan keterpilihan partai politik pada pemilihan anggota legislatif berikutnya menarik untuk diperhatikan. 

Sehingga, besar harapan dapat lebih selektif agar efek dari usaha-usaha yang telah dilakukan dapat diperoleh sebagai reward. 

Sudah waktunya masyarakat disuguhi pertunjukan politik yang berkontribusi terhadap kecerdasan dalam berpolitik. Politik adalah bagaimana terwujudnya apa yang ada dalam pembukaan UUD 1945.(***)

Oleh: Wuwung Ahmadi

Penulis Buku Orientasi Politik Pemilih




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video