OTT di Lapas, Tamparan Keras Hukum dan Penegakan Hukum
Bongkar Mafia Lapas di Indonesia!

By Bermadah 23 Jul 2018, 10:23:09 WIB Opini
OTT di Lapas, Tamparan Keras Hukum dan Penegakan Hukum

BERMADAH.CO.ID - Pada prinsipnya, semua terpidana yang menjalani hukuman, telah hilang kemerdekaannya setelah di putuskan melalui putusan pengadilan, yang berkekuatan hukum tetap, dan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan sebagai narapidana. Di sana,  kembali diproses sesuai dengan hukum yang berlaku agar nantinya dapat kembali hidup bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan dari hukum pidana itu sendiri yaitu untuk memenuhi rasa keadilan dalam masyarakat dengan cara melaksanakan dan menegakkan aturan hukum pidana demi terciptanya keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum.

Penjatuhan pidana kepada seseorang dengan menempatkannya ke dalam Lembaga Pemasyarakatan pada dasarnya melihat bahwa pidana adalah alat untuk menegakkan tata tertib dalam masyarakat. Pidana merupakan instruen untuk mencegah timbulnya suatu kejahatan dengan tujuan agar tata tertib masyarakat tetap terpelihara, sehingga dengan dimasukannya ke dalam Lembaga Pemasyarakatan orang tersebut tidak mengulangi perbuatannya.

Lembaga pemasyarakatan sebagai lembaga pembinaan, posisinya memegang peranan yang strategis dalam merealisasikan tujuan akhir dari Sistem Peradilan Pidana (SPP), yaitu rehabilitasi dan resosialisasi pelanggar hukum, bahkan sampai pada penanggulangan kejahatan. Lebih lanjut, dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan dinyatakan bahwa sistem pemasyarakatan di samping bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai warga yang baik juga bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan diulangi tindak pidana oleh narapidana.

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lapas Sukamiskin yang melibatkan pihak Lapas. Selain itu, terbongkar pula adanya fasilitas "mewah" dalam sel atau fasilitas yang tidak sewajarnya ada di dalam sebuah penjara, di Lapas Sukamiskin, Bandung Jawa Barat untuk para narapidana korupsi. 

Tak hanya itu, diduga pula adanya perlakuan khusus bagi narapidana dalam bentuk penyediaan fasilitas-fasilitas khusus bagi napi tertentu di Lembaga Pemasyarakatan.

Peristiwa yang memalukan ini menambah catatan Hitam buruknya Sistem Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Lapas Kelas 1 Sukamiskin di Kota Bandung menjadi salah satu penjara yang kerap menjadi sorotan. 

Dalam OTT yang dilakukan di Lapas Sukamiskin itu, KPK menemukan fasilitas sel yang cukup mewah (tidak sesuai ketentuan). Ada sel di Lapas Sukamiskin yang dilengkapi dengan mesin pendingin udara (AC), kulkas, dan televisi layaknya seperti Homestay Kelas atas.
Kondisi demikian, bisa dikhawatirkan turut memicu tumbuh suburnya korupsi di Indonesia.

Menurut penulis, Permasalahan ini disinyalir tidak hanya terjadi di Lapas Suka Miskin saja, mungkin Praktek serupa tumbuh dan berkembang hampir di seluruh Lapas di Indonesia.

Sebenarnya, permasalahan di lapas-lapas maupun rutan-rutan Indonesia di tahun-tahun sebelumnya sudah mengalami situasi yang mengkhawatirkan. Namun, terkesan praktek curang “Mafia Lapas” terus saja terjadi. Keberadaan "Mafia Lapas" harus dibongkar. Pihak terkait harus segera melakukan pembenahan agar praktek tersebut tak lagi terjadi.

Memang, beberapa masalah utama menjadi persoalan, antara lain adalah implikasi dari kelebihan penghuni yang dialami sebagian besar lapas Indonesia, narapidana yang bebas keluar masuk lapas serta Fasilitas mewah yang dinikmati Narapidana kelas atas. 

Posisi Lapas sebagai salah satu sub sistem dalam sistem peradilan pidana masih belum seratus persen diakui sepenuhnya, baik oleh masyarakat maupun oleh instansi penegak hukum lainnya. Terbukti, dan dapat dirasakan bahwa dalam realitasnya, Lapas sampai saat ini masih belum mampu menjalankan fungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntutan undang-undang lembaga pemasyarakatan.

Pembinaan dan pembimbingan narapidana meliputi program pembinaan dan bimbingan yang berupa kegiatan pembinaan kepribadian dan kegiatan pembinaan kemandirian. Semua ini dilakukan bahwasanya narapidana merupakan masyarakat dari bangsa Indonesia sendiri yang mempunyai hak-hak yang patut dipenuhi, diantaranya hak untuk hidup dan hak atas perlindungan dan bebas dari ancaman. Namun dalam hal ini, Pembianaan yang dilakukan justru 'memanjakan' Narapidana.

Keberadaan Fasilitas yang tidak semestinya dalam penjara merupakan keistimewaan narapidana seperti Artalyta Suryani, Gayus Tambunan dan kawan-kawannya yang lain itu merupakan tamparan keras terhadap hukum dan penegakan hukum. 

Betapa tidak, hukum dan penegakan hukum lumpuh tak berdaya ketika oknum aparat penegak hukum menjual hukum dengan harga yang sangat murah. Kehidupan narapidana yang seharusnya mendapatkan pembinaan justru mendapatkan perlakuan khusus dengan diberikannya hunian layaknya rumah tinggal pribadi.

Tak dapat dipungkiri bahwa mekanisme kontrol dan monitoring terhadap kinerja internal Lapas tidak berjalan dengan baik dan bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada pengawasan. Pada aspek inilah pentingnya fungsi kontrol dan monitoring untuk memberikan jaminan kualitas penyelenggaraan program pembinaan, pengamanan, dan pembimbingan dalam melaksanaan sistem pemasyarakatan.

Melihat pada situasi dan kondisi narapidana yang terjadi saat ini sebagaimana dijelaskan di atas, dan apabila fenomena Lapas Suka Miskin dianggap sebagai problema umum Lapas di seluruh Indonesia, nampaknya negara memang menghadapi permasalahan serius yang memerlukan kebijakan secara tegas untuk mengatasinya. 

Dibutuhkan keberanian penyelenggara negara dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM untuk segera mengevaluasi dan membenahi seluruh lembaga pemasyarakatan dalam rangka membongkar dan memberantas “Mafia Lapas”.(***)

Oleh : Alfikri Lubis

Fakultas Hukum Universitas Riau




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video