Jelang Lockdown Karena Virus Corona, Warga di Belanda Malah Antri Beli Ganja

By Bermadah 18 Mar 2020, 02:21:58 WIB Internasional
Jelang Lockdown Karena Virus Corona, Warga di Belanda Malah Antri Beli Ganja

Keterangan Gambar : Warga Belanda antri di depan kafe ganja sesaat sebelum ditutup selama lockdown. Foto/France24


BERMADAH.CO.ID, BELANDA - Dalam rangka memerangai wabah virus Corona, pemerintah setempat memerintahkan penutupan toko dan kelab-kelab seks serta kafe ganja. Jelang Lockdown di Belanda, warga yang merupakan perokok ganja malah antri di depan kafe ganja pada hari Minggu (15/3/2020).

Terlihat antrian panjang ketika mereka berpacu dengan waktu agar bisa mendapatkan ganja dan persediaan untuk beberapa hari ke depan sebelum batas waktu penutupan.

Diberitakan, kafe ganja terkenal di Belanda telah menjadi bagian dari citra populer di negara itu seperti klub seks di distrik lampu merak Amsterdam yang terkenal, yang juga diperintahkan untuk tutup pada pukul 18:00 bersama dengan semua bar dan restoran.

"Untuk mungkin selama dua bulan ke depan kita tidak bisa mendapatkan ganja jadi sepertinya menyenangkan mempunyainya sedikit di rumah," kata Jonathan, seorang pembeli Belanda, yang ikut mengantri di luar kedai kopi Point di Den Haag.

"Teman saya menelepon saya lima menit yang lalu, dia melihat konferensi pers - teman yang baik," katanya kepada AFP yang dilansir dari France24, Senin (17/3/2020).

Beberapa menit setelah Menteri Kesehatan dan Pendidikan Belanda mengadakan konferensi pers di televisi yang mengumumkan penutupan pusat bisnis, bersamaan dengan semua sekolah Belanda, antrian malah bertambah panjang.

Pemandangan serupa dilaporkan terjadi di seluruh negeri, dengan gambar-gambar di media sosial memperlihatkan antrian panjang di luar kedai ganja di Ibu Kota Amsterdam dan kota lainnya.

Situasi ini bertolak belakang dengan hari-hari sebelumnya di mana supermarket diserbu orang-orang yang mencoba menimbun kertas toilet dan pasta. Pengumuman mendadak tentang penutupan kedai ganja itu memberikan prioritas baru.

Staf kafe ganja menyiapkan jalur terpisah bagi pembeli yang menggunakan uang tunai dan kartu kredit atau debit untuk jenis tanaman gulma yang secara eksotis dinamai seperti "Doctor", "Buble" dan "Purple Haze" sebelum ditutup.

"Aku tidak keberatan memiliki sedikit ganja, itu membuat kita tetap tenang saat di rumah begitu lama. Mungkin akan lama di karantina," kata seorang wanita Irlandia saat dia ikut mengantri di Den Haag.

"Aku benar-benar hanya menonton konferensi pers dengan teman satu flatku dan kemudian aku turun ke bawah dan tiba-tiba ada antrian seperti 30 orang, dan semua mobil ini juga datang sekarang," terangnya.

Selain itu, antrian membeli ganja juga terlihat di Roermond dekat perbatasan dengan Jerman, di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah Jerman akan menutup perbatasannya dengan Belanda setelah memberlakukan kontrol ketat mulai Senin.

Ganja secara teknis ilegal di Belanda, tetapi negara itu mendekriminalisasi pemilik ganja kurang dari lima gram pada tahun 1976 di bawah apa yang disebut kebijakan "toleransi".

Walaupun Menteri Kesehatan Belanda Bruno Bruins membuat "permintaan mendesak" kepada warga Belanda selama konferensi pers pada hari Minggu, dengan mengatakan: "Jangan menimbun (ganja). Itu tidak perlu", namun antrian ganja tetap terjadi.(***)

Sumber: sindonews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video