Tanyakan Progres Sukaramai Trade Centre, Komisi II Hearing Bersama PT MPP

By Bermadah 27 Jan 2020, 11:09:35 WIB Gallery
Tanyakan Progres Sukaramai Trade Centre, Komisi II Hearing Bersama PT MPP

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II Roem Diani Dewi saat mempertanyakan Progres Sukaramai Trade Centre kepada pihak PT MPP dalam Rapat Dengar pendapat



BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Hampir 5 tahun pasca terjadinya kebakaran, kini pembangunan kawasan eks Plaza Sukaramai Pekanbaru yang sudah bergantian nama menjadi Sukaramai Trade Centre (STC) masih terus digesa. Pasalnya pada bulan Mei mendatang, STC akan segera dioperasikan meski menuai pro dan kontrakan dikalangan pedagang. 

Komisi II DPRD Pekanbaru mengundang pihak PT Makmur Papan Permata (PT MPP) selaku pengelola STC serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru sebagai mitra kerja, Senin (20/1/2020). Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Pekanbaru Arwinda Gusmalina terungkap, bahwa STC akan segera beroperasi pada bulan Mei mendatang. 

Wakil Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Arwinda  Gusmalina mengaku, pemanggilan terhadap pengelola kawasan STC bertujuan untuk mengetahui secara pasti kapan STC akan beroperasi. Pasalnya, terjadi pro dan kontra dikalangan pedagang terkait jadwal pasti pengoperasian STC. 

"Ada yang minta beroperasi sebelum lebaran, ada sebagian lagi yang minta beroperasi setelah lebaran, mereka punya alasannya masing-masing. Kalau persoalan lain, tidak ada yang terlalu urgent lah. Soalnya kasihan juga, mereka kan sudah lama juga berjualan di lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS). Semoga, mereka bisa segera pindah ke dalam gedung baru," Singkat Arwinda, Senin (20/1). 

Selain wacana pengoperasian kawasan STC, dalam hearing kali ini juga disinggung terkait permasalahan pembayaran royalti kepada Pemko Pekanbaru.  Pasalnya, terjadi perubahan atau revisi terkait jumlah royalti yang dibayarkan pihak PT MPP kepada Pemko Pekanbaru sebagai pemilik lahan. 

"Berdasarkan kontrak kerjasama antara PT MPP dengan Walikota Pekanbaru, dulu biaya royalti yang diterima hanya sekitar Rp 100 juta per tahun. Itupun menunggak selama 7 tahun, jumlahnya sekitar Rp 700 juta. Terhitung mulai tahun 2020 ini, jumlah royalti naik menjadi Rp 289 juta per tahun, yang nantinya akan kembali direvisi pada tahun 2045 mendatang," tambah Arwinda. 

Wakil GM PT MPP, Jeffry mengungkapkan dari pertemuan yang dilakukan, pihaknya menerima banyak masukan dari Komisi II DPRD Pekanbaru yang bertujuan agar para pedagang merasa nyaman dan aman berjualan disana STC. Pihaknya berharap, proses pemindahan bisa segera dilaksanakan agar STC bisa beroperasi total. 

"Saat ini, progres pembangunan STC I sudah rampung sekitar 90 persen yang bisa menampung sekitar 1.700 pedagang. Para pedagang diharapkan agar bisa segera pindah ke bagian dalam STC, sehingga kawasan luar (lokasi TPS saat ini) bisa segera direnovasi dan dipercantik. Jadi pedagang bisa berjualan dengan aman dan nyaman," ungkap Jeffry.(***)

Suasana RPD antara Komisi II dan PT MPP

Pihak PT MPP yang hadir saat rapat dengar pendapat bersama komisi III

Pihak PT MPP menjawab pertanyaan yang disampaikan para anggota Komisi II

 Para anggota Komisi III yang hadir saat RPD bersama PT MPP




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

  • PelangiQQ

    Ah.. paling bentar ajaa tu - Dapatkan bonus melimpah untuk member baru !! Hanya di ...

    View Article
  • Pelangipoker

    Semoga hukum dapat ditegakkan walaupun melawan orang berduit - Dapatkan bonus untuk member baru ...

    View Article
  • Pokerpelangi

    Udah dapat keja lain mungkin. Habis lama kali diterima PNS - Poker online bonus terbesar untuk ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video