Gerhana Matahari Cincin

By Bermadah 26 Des 2019, 13:14:28 WIB Teknologi
Gerhana Matahari Cincin

Keterangan Gambar : Kondisi Langit Pekanbaru saat Berlangsung Gerhana Matahari Cincin, Kamis 26 Desember 2019 Pukul 12.07 WIB. (Foto: Zulfan Taufik)


BERMADAH.CO.ID, PEKANBARU - Pada tahun 2019, terjadi 3 gerhana Matahari. Namun, yang dapat teramati dari wilayah Indonesia adalah gerhana Matahari cincin (annular Solar eclipse) pada Rabu tanggal 26 Desember 2019. 

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada pada fase Bulan baru, ketika posisi Bulan terletak antara Bumi dan Matahari. Perlu diingat bahwa gerhana Matahari tidak selalu terjadi pada tiap fase Bulan baru. Hal ini dikarenakan Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit ± 5° terhadap bidang orbit Bumi terhadap Matahari (ekliptika). Karena kemiringan orbit ini, Bulan tidak selalu akan berada sejajar dengan Matahari dan Bumi. 

Namun, apabila fase Bulan baru terjadi saat Bulan berada pada titik perpotongan garis orbitnya dengan bidang orbit Bumi-Matahari, maka gerhana akan terjadi.

Saat gerhana, piringan Matahari di langit akan tertutup oleh piringan Bulan sehingga cahaya Matahari akan terhalang. Kerucut bayang-bayang Bulan yang disebut umbra dan penumbra akan jatuh ke sebagian wilayah permukaan Bumi. 

Bagi pengamat yang berada di wilayah penumbra, piringan Matahari akan tampak tertutup sebagian oleh Bulan dan langit akan menjadi lebih gelap akibat berkurangnya cahaya Matahari yang tiba di lokasi pengamat. 

Pada kondisi ini, pengamat akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Semakin dekat ke wilayah umbra, bagian piringan matahari yang tertutup Bulan akan semakin luas, dan kondisi langit akan semakin gelap. 

Apabila pengamat berada dalam wilayah umbra, seluruh bagian piringan matahari akan tertutup oleh bayangan Bulan. Pada kondisi tersebut, pengamat akan menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Total.

Saat gerhana Matahari total, piringan Matahari akan tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. 

Namun, pada 26 Desember 2019, piringan Bulan tidak akan 100% menutupi piringan Matahari. Apa maksudnya?

Bulan mengelilingi Bumi dalam orbit elips. Artinya, ada kalanya Bulan berada dekat dengan Bumi, ada kalanya jauh. Jarak terdekat Bumi dengan Bulan adalah ±363.104 km (perige), sedangkan jarak terjauhnya ±405.696 km (apoge). Karena perbedaan jarak inilah, ada kalanya Bulan tampak besar di langit, ada kalanya tampak lebih kecil.

Ketika Bulan berada segaris dengan Bumi dan Matahari, dan Bulan berada pada titik apogee, piringan Bulan akan tampak lebih kecil daripada piringan Matahari dan tidak akan menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan Bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra. 

Pengamat yang berada dalam wilayah antumbra akan melihat Matahari tampak seperti “cincin” di langit. Inilah yang disebut gerhana Matahari cincin.(***)

Sumber: lapan.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.


Jajak Pendapat



Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video